PENINGKATKAN HASIL BELAJAR METEMATIKA PENYEDERHANAAN BILANGAN PECAHAN MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA BANGUN DATAR PADA SISWA KELAS V SDN SIDOMULYO 03 KOTA BATU TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Penulis

  • Yuli Astuti Mahaningsih SD Negeri Sidomulyo 03 Kota Batu

Kata Kunci:

Hasil Belajar, Bilangan, Pecahan, Alat Peraga Bangun Datar

Abstrak

Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah. Mengajar dilakukan pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar oleh peserta didik. Pembelajaran Matematika SD terbukti selalu kurang memuaskan berbagai pihak, khususnya para siswa.  Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal, yaitu pertama masih banyak pembelajaran Matematika  kurang sesuai dengan kenyataan kehidupan yang diarungi oleh siswa.  Kedua, pembelajaran hanya melalui teaching directedAlat peraga merupakan bagian media pembelajaran yang dapat diartikan sebagai semua benda yang digunakan sebagai perantara dalam  proses  pembelajaran.  Tujuan dasar penggunaan  media  pembelajaran yakni untuk memperjelas instrumen yang akan disampaikan, dapat merangsang perhatian, pikiran, dan kemampuan siswa, alat peraga juga harus dapat meningkatkan efektifitas dan kelancaran dalam proses  belajar, terutama dalam hal memperjelas materi yang sedang dipelajari, sehingga pada akhirnya dapat mempercepat proses perubahan tingkah laku siswa. .. PTK ini bertujuan mendeskripsikan upaya peningkatkan hasil belajar metematika penyederhanaan  bilangan pecahan melalui  penggunaan alat peraga bangun datar pada siswa kelas V SDN Sidomulyo 03 Kota Batu tahun pelajaran 2022/2023. Hasil PTK menunjukkan bahwa Penggunaan alat peraga grafis bangun datar, telah mampu meningkatkan hasil belajar Matematika dalam menyederhanakan bilangan pecahan pada siswa kelas V SD Negeri Sidomulyo 03 Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2022/2023.Pengembangan pembelajaran menggunakan alat peraga grafis bangun datar strategi belajar kooperatif, telah mampu meningkatkan hasil belajar Matematika peserta didik dalam menyederhanakan bilangan pecahan,  Perbandingan penilaian observasi keseluruhan aspek/deskriptor hasil belajar siswa, terjadi peningkatan dari siklus pertama sebesar 67,78 (Cukup) menjadi 84,44 (Baik) pada siklus kedua. Perbandingan persentase pencapaian ketuntasan, yang awalnya hanya 11 (63,33%) siswa saja yang telah mampu mencapai nilai ≥75 di siklus pertama, dan meningkat hingga 27 (90%) siswa di siklus kedua, dari 30 peserta didik di kelas.

 

Unduhan

Diterbitkan

2023-06-25