PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL ) MATERI PECAHAN PADA SISWA KELAS 5 DI SDN NGAGLIK 01 KOTA BATU
Kata Kunci:
Modul Pembelajaran, Problem Based Learning (PBL ), Materi PecahanAbstrak
Permasalahan awal di SDN Ngaglik 01 Batu didapatkan sebuah temuan antara lain kurangnya kemampuan numerasi siswa pada materi pecahan. Dari soal yang diujikan sehingga berakibat pada jawaban akhir yang disajikan. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, dapat disimpulkan bahwa diperlukan bahan ajar yang dapat membantu peserta didik dalam memecahkan masalah serta meningkatkan kreatifitas dan semangat peserta didik di dalam belajar. Adapun bahan ajar tersebut dapat berupa modul pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL ). Produk yang diharapkan dari penelitian ini mencakup: perangkat pengembangan modul pembelajaran matematika dengan Problem Based Learning (PBL ) materi pecahan pada siswa kelas 5 di SDN Ngaglik 01 Kota Batu .Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk Mendeskripsikan model prosedural dan konseptual dari pengembangan modul pembelajaran matematika dengan Problem Based Learning (PBL ) materi pecahan pada siswa kelas 5 di SDN Ngaglik 01 Kota Batu. Hasil penelittan mennjukkan bahwa Validitas modul pembelajaran matematika berbasis Problem Based Learning (PBL ) pada materi pecahan siswa kelas 5 SDN Ngaglik 01 Batu yang telah dikembangkan memperoleh rata-rata validitas dengan prosentase dinyatakan sangat valid yaitu 92,73%, dari aspek materi memperoleh prosentase dinyatakan valid yaitu 90,00%, dari aspek desain memperoleh persentase dinyatakan sangat valid yaitu 93,18%, dan aspek bahasa memperoleh persentase dinyatakan sangat valid yaitu 95,00 %. Pratikalitas modul pembelajaran matematika berbasis Problem Based Learning (PBL ) pada materi pecahan siswa kelas 5 SDN Ngaglik 01 Batu yang telah dikembangkan dinyatakan sangat praktis dengan pratikalitas rata-rata prosentase 93,33% oleh guru, Modul pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL ), dengan indikator kesesuaian evaluasi dengan materi pada modul dinyatakan cukup meningkat dengan persentase 88,90%. Hal ini menunjukan bahwa evaluasi pada modul telah sesuai dengan materi yang memungkinkan untuk mengukur numerasi peserta didik.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
