PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP PERBANDINGAN MELALUI PENERAPAN MATHEMATIC REALISTIC TUGAS PEMBUATAN MINIATUR PADA SISWA KELAS VI SDN BULUKERTO 01 KOTA BATU TAHUN 2023

Penulis

  • Muji Teguh Mulyono SDN Bulukerto 01 Kota Batu

Kata Kunci:

Pemahaman Konsep Perbandingan, PMR, Pembuatan Miniatur

Abstrak

Dalam pembelajaran matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses penalaran induktif dapat dilakukan pada awal pembelajaran dan kemudian dilanjutkan dengan proses penalaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa. Pembelajaran matematika di kelas VI SDN Bulukerto 01 selama ini, dilakukan dengan pola instruksi drill soal, bukan konstruksi dan rekonstruksi pengetahuan. Model Pembelajaran Matematika Realistis (PMR)  lebih mendekatkan matematika dengan lingkungan siswa. Pembelajaran matematika realistik akan secara operasional memberikan pengertian tentang relevansi serta kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan PTK ini adalah mendesktipsikan upaya  peningkatan pemahaman konsep perbandingan melalui penerapan mathematic realistic tugas pembuatan miniatur pada siswa kelas VI SDN Bulukerto 01Kota Batu Tahun 2023.  Berdasarkan hasil penelitian ini Siswa aktif dalam  dalam Peningkatan pemahaman konsep perbandingan melalui penerapan mathematic realistic tugas pembuatan miniatur pada siswa kelas VI SDN Bulukerto 01Kota Batu Tahun 2023. Berdasarkan hasil PTK ini pada siklus 1 Nilai tertinggi yang dicapai pada siklus I adalah 85, sedangkan nilai terendahnya adalah 56. Nilai rata-rata kelas 76,25 yang menunjukkan telah mengalami peningkatan dari prasiklus dan telah mencapai KKM yang ditetapkan yaitu 70. Siswa yang tuntas sebanyak 60%  (6 siswa) sehingga belum mencapai batas minimal ketuntasan klasikal (75%).  Pada siklus 2 Nilai tertinggi yang dicapai pada siklus II adalah 100, sedangkan nilai terendahnya adalah 50. Nilai rata-rata kelas 81,39 yang menunjukkan telah mengalami peningkatan dibanding saat siklus I dan telah mencapai KKM yang ditetapkan yaitu 70. Masih terdapat 2 siswa yang belum tuntas, kesulitan yang dialami keempat siswa tersebut pada siklus II adalah kurang dapat memahami soal cerita yang diberikan dan masih kurang teliti dalam menghitung. Siswa yang tuntas sebanyak 88,89% (16 siswa) sehingga dari ketercapaian klasikal siswa yang tuntas sudah mencapai 75%.

Unduhan

Diterbitkan

2023-07-08